browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Profesi Arsitektur Lanskap Sebagai Suatu Kebutuhan

Posted by on December 15, 2009

Oleh : Medha Baskara

Arsitektur Lanskap dianggap sebagai profesi yang sangat tua dan disaat yang sama juga merupakan profesi yang sangat muda.  Merupakan profesi tua  karena manusia telah memperkerjakan dirinya dengan menata alam dan lingkungan sekitarnya sejak peradaban manusia mulai membangun rumah dan bertahan pada satu daerah yang tetap.  Penataan lingkungan dilakukan disekitar rumah guna memberikan manfaat sebesar-besarnya pada kehidupan sehari-hari.  Berdasarkan sejarah perkembangan kehidupan manusia, mereka selalu menempatkan kebun dan taman-taman disekitar lingkungannya sebagai bagian perkembangan budaya manusia untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan disamping kebutuhan primer lainnya.  Pada saat yang sama arsitektur lanskap dianggap sebagai profesi yang sangat muda, karena perkembangan profesi yang sangat pesat dan  baru berkembang diawal abad 20, hal ini menjadikan profesi ini menajdi sangat muda dibanding profesi disain lainnya.  Profesi arsitektur lanskap merupakan profesi dengan materi yang penuh tantangan dalam perkembangan lingkungan dan social serta pertumbuhan populasi dunia.  Selain bergerak dalam dimensi keindahan, profesi ini juga menerapkan aturan pemanfaatan lahan yang berkelanjutan dalam perencanaan lingkungan dan konservasi alam.

Sesuai perjalanan waktu kebutuhan akan profesi arsitektur lanskap begitu meningkat dengan tajam, hal ini tidak saja terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat, Negara-negara Uni Eropa, Jepang, Kanada dan sebagainya tetapi juga di Negara berkembang termasuk di Indonesia.  Dari penelitian terakhir yang dilakukan oleh ASLA (American Society of Landscape Architect), pendapatan arsitek lanskap di USA secara makro telah naik sebesar 23 % dari pendapatan mereka di tahun 1998.  Hal ini merupakan refleksi keinginan masyarakat untuk mendapatkan perumahan, fasilitas rekreasi dan komersial yang lebih baik, dan merupakan peningkatan perhatian terhadap perlindungan lingkungan.  Pengembang pengembang realestat pemukiman dan komersial, badan-badan negara maupun badan pemerintah daerah, komisi-komisi perencanaan kota, dan owner properti individu merupakan beberapa diantara sejumlah ribuan orang dan organisasi di dunia yang akan menerima pelayanan arsitek lanskap.

Lebih dari sebuah profesi yang berarti desain lingkungan, arsitektur lanskap tetap sebagai profesi yang terus berkembang.  Definisi umum yang menjelaskan hal tersebut adalah arsitektur lanskap merupakan seni dan ilmu menganalisa, merencanakan desain, manajemen, perlindungan dan rehabilitasi suatu lahan.  Melengkapi rencana desain dan pengembangan yang terkelola dengan baik, arsitek lanskap menawarkan pelayanan pengaturan keindahan dan keahlian mengurangi biaya-biaya dan menambahkan nilai-nilai jangka panjang terhadap suatu proyek.

Terdapat perbedaan nyata yang terlihat antara arsitektur lanskap dan profesi-profesi  desain lain.  Arsitek secara inti mendesain gedung-gedung dan struktur-struktur dengan penggunaan khusus, seperti rumah, perkantoran, sekolah dan pabrik.  Insinyur sipil mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmu pada desain infrastruktur kota seperti jalan, jembatan, dan penggunaan-penggunaan publik lainnya.  Perencana kota (planolog) membangun secara keseluruhan pengembangan kota-kota dan wilayah.  Arsitek lanskap menyentuh  semua bidang profesi-profesi desain diatas, menggabungkan elemen-elemen dari setiap profesi tersebut.  Mempunyai pengetahuan kerja arsitektur, sipil, dan perencana kota, arsitek lanskap menempatkan elemen-elemen dari setiap bidang kerja diatas untuk estetika desain dan hubungan-hubungan praktis terhadap lahan.

Arsitek Lanskap mempelajari serta berusaha mengatasi masalah rusaknya tempat-tempat bersejarah, namun bukan untuk menjadi sejarawan.  Arsitek lanskap mempelajari masalah menjadi langkanya sumber enerji yang tidak dapat pulih dan pengolahan serta pengusahaan yang lebih baik dari sumber-sumber enerji dapat pulih, namun bukan untuk menjadi ahli enerji.  Arsitek lanskap mempelajari berbagai cabang seni dan budaya, baik seni lukis, seni rupa, seni suara, dsb, namun bukan untuk menjadi seniman atau budayawan.  Walaupun ia mempelajari berbagai disiplin ilmu dan seni budaya, seorang arsitek lanskap adalah seutuhnya arsitek lanskap dengan bidang profesinya Arsitektur Lanskap.

Arsitek lanskap adalah produk pendidikan Arsitektur Lanskap, ia adalah seorang professional dalam bidangnya.  Cara pikirnya, gagasan-gagasannya adalah khas buah pikiran yang diwarnai dan bernafaskan arsitektur lanskap walaupun beberapa unsur pembentuknya ada yang bersumber disiplin-disiplin ilmu lain.

Keragaman Profesi Arsitektur Lanskap

Arsitektur lanskap merupakan satu diantara keragaman profesi-profesi desain.  Desain arsitek lanskap membangun lingkungan pemukiman-pemukiman dan perkotaan, yang juga melindungi dan mengelola lingkungan alami, dari semua hutan, sungai dan tepi pantai.  Anggota profesi ini mempunyai komitmen khusus untuk membuat kualitas hidup melalui desain terbaik suatu tempat untuk masyarakat dan makhluk hidup lainnya.

Secara nyata, pekerjaan arsitek lanskap terdapat disekeliling kita.  Anggota-anggota profesi ini dilibatkan dalam perencanaan tapak-tapak seperti plaza-plaza perkantoran, lapangan publik bentuk lainnya.  Taman-taman yang atraktif, jalan-jalan dalam kota dan jalan layang, pengembang-pengembang perumahan, plaza di perkotaan, kebun binatang, dan kampus-kampus yang merefleksikan kemampuan arsitek lanskap dalam perencanaan dan perancangan konstruksi proyek yang berguna dan menyenangkan.

Dari kawasan pantai ke pantai serta pegunungan di setiap  wilayah di dunia, merupakan contoh-contoh profesi arsitektur lanksap dapat ditemukan.  Banyak arsitek lanskap terjun di proyek-proyek kecil seperti rencana pengembangan untuk taman lingkungan kota baru, atau rencana tapak untuk gedung kantor, dan beberapa anggota lain menyumbangkan keahliannya untuk proyek-proyek lanskap monumental seperti :

  • Penataan lanskap Monumen Nasional (Monas), TMII, Senayan dll
  • Rencana Pengelolaan (manajemen) Taman Nasional Kerinci Seblat, Baluran dsb
  • Desain ‘Kota Baru” seperti Darmala, BSD, Citraland, Tamandayu, Kota Wisata dsb
  • Area rekreasi dan tempat peristirahatan Taman Buah Mekarsari, TMII,Hotel Bintang lima,
  • Dan lainnya

Tergantung skop proyek untuk klien-klien, yang tersebar dari pengembang lokal sampai pemerintah pusat, arsitek-arsitek lanskap mungkin merencanakan pengaturan tapak secara keseluruhan, termasuk lokasi gedung-gedung, pembentukan permukaan lahan, pengelolaan air, konstruksi dan penanaman.  Mereka mungkin juga sebagai koordinator tim desain, konstruksi, dan profesional kontraktor.

Pada saat ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang tersebar pada dinas terkait (dinas pertamanan) sampai badan perencana lingkungan (Bapeda, Bappedal dsb) telah memulai memperkerjakan arsitek lanskap.  Banyak dan lebih banyak lagi pengembang-pengembang swasta mewujudkan pelayanan arsitek lanskap  yang merupakan bagian dari proyek yang sukses dan menjanjikan.  Kesemua fenomena ini merupakan peluang yang tidak dapat ditinggalkan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan Arsitektur Lanskap di Indonesia seiring desentralisasi system di semua bidang kehidupan masyarakat.

Krisis multidimensi yang melanda Indonesia telah menghasilkan kebijakan yang membuat daerah lebih independent, kreatif dan inovatif dalam mewujudkan bentuk dan wajah kotanya dimasa yang akan datang.  Hal ini menjadi kekuatan utama dalam perencanaan dan desain daerah perkotaan menuju lebih baik. Selama dan setelah krisis, kemungkinan untuk mendesain taman-taman nasional maupun regional, kota, jalan, taman dan sistem taman kota baru dapat diprediksi mampu meluaskan profesi ini.  Orientasi arsitek lanskap harus kembali pada akarnya yaitu di proyek-proyek publik yang terus menjadi trend dari pertengahan abad 20 sampai sekarang.

Awal Pengembangan Profesi : Akhir Tahun 1960-an

Perkembangan profesi arsitektur lanskap di Indonesia tidak lepas dari keinginan Presiden RI yang pertama yaitu Ir. Soekarno dalam mewujudkan proyek-proyek yang disebut Proyek Mercusuar berdasar kondisi politik disaat itu diantaranya Monumen Nasional (Monas), Kompleks olah raga Senayan, Hotel Indonesia, dan Tugu Selamat Datang.  Berdasarkan keinginan diatas maka dikirimlah sejumlah pemuda Indonesia untuk menempuh pendidikan Arsitektur Lanskap di Amerika Serikat, sebagai upaya “mencari ilmu” untuk dapat membangun Negara RI menjadi lebih baik, indah dan pusat Negara-negara ketiga.  Seiring dengan selesainya proyek-proyek diatas menjadikan beberapa tokoh pemuda diatas untuk mendirikan sebuah wadah organisasi profesi arsitektur lanskap yaitu Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) pada tahun 1978.

Untuk beberapa tahun, profesi arsitektur lanskap terus berkembang.  Hal ini terjadi karena pertumbuhan besar kebutuhan nasional akan lingkungan-lingkungan perkotaan yang terencana dan terdesain dengan baiik.  Taman-taman kota, sistem taman metropolitan, pemukiman di area pinggiran dan kampus-kampus perguruan tinggi telah direncanakan dan dikembangkan dalam jumlah yang besar, dan mencapai klimaks saat gerakan memperindah kota bergulir di waktu-waktu berikutnya.

Meskipun profesi ini berkembang sendiri secara perlahan, praktisi-praktisi di masa awal termasuk Zain Rachman, Slamet Wirosanjaya dll termasuk diantara yang pertama mengambil bagian dalam pergerakan perencanaan kota dan membangkitkan ketertarikan dalam desain kemasyarakatan di perguruan tinggi.  Zain rachman memelopori pendidikan Arsitektur Lanskap di IPB dan Slamet Wirosanjaya mendirikan pendidikan Arsitektur Lanskap di Universitas Trisakti dan ITB.

Penyebaran Dan Keberagaman : Abad 20

Perkembangan berikutnya setelah masa Zain Rachman mengalami penurunan dalam organisasi keprofesian maupun lulusan perguruan tinggi penyelenggara Arsitektur Lanskap.   Pada masa akhir 1980-an sampai awal 1990 merupakan masa konsolidasi perguruan tinggi dalam profesi ini dan berpengaruh kuat dalam organisasi IALI sehingga profesi arsitektur lanskap belum banyak dikenal di masyarakat apalagi karya-karya yang dapat dilihat secara langsung.  IPB dengan pendekatan ekologi dan ilmu-ilmu hayati sehingga lebih kuat dalam konsep perencanaan, sedangkan Trisakti dengan pendekatan perancangan detail sehingga sangat kuat dalam proses perancangan.   Lingkup pendekatan kedua perguruan tinggi ini juga mempengaruhi pendidikan-pendidikan Arsitektur Lanskap di perguruan tinggi lainnya mengingat sebagian besar tenaga pengajar berasal dari kedua perguruan tinggi tersebut.        Seiring dengan perkembangan waktu dan akibat krisis moneter, kesadaran akan persatuan dan penghormatan pada perbedaan telah dapat menyatukan pendapat sebagian besar arsitek lanskap di Indonesia.  Meski perlahan, perbedaan mulai bisa di satukan dengan berbagai pendekatan baik secara formal maupun informal yaitu melalui organisasi IALI, Aspertanas, FPALI (Forum Pendidikan Arsitektur Lanskap Indonesia), KLI (Komunitas Lanskap Indonesia) maupun kegiatan lainnya.

Profesi Arsitektur lanskap pada tahun  1990-an tidak dapat dijelaskan dalam definisi yang sedikit sederhana.   Skop profesi ini terlalu luas dan proyek-proyek yang dilakukan terlalu bervariasi.  Variasi tersebut sering disebabkan kekhususan yang ada dalam profesi ini diantaranya;

  • Desain Lanskap, bentuk profesi paling bersejarah, yang menitikberatkan pada desain detail ruang luar untuk ruang pemukiman, komersial, industrial, pendidikan dan ruang publik (umum).  Hal ini menjelaskan pendekatan tapak sebagai “seni”, keseimbangan permukaan lunak dan keras di ruang-ruang luar dan dalam, menyeleksi bahan-bahan konstruksi dan tanaman, infrastruktur seperti irigasi, dan mempersiapkan rencana dan dokumen detail.
  • Perencanaan Tapak, menitik beratkan pada desain fisik dan mengatur elemen-elemen alam dan terbangun pada suatu lahan.  Proyek perencanaan tapak  dapat memasukkan perancangan lahan untuk satu rumah sendiri, taman kantor atau pusat perbelanjaan, atau juga komuniatas pemukiman secara keseluruhan.  Lebih khusus, desain tapak membutuhkan efisiensi, keindahan dan integrasi sensitif antara obyek buatan  manusia dengan bentukan-bentukan alami pada tapak seperti topografi, vegetasi, drainase, air, binatang liar, dan iklim.  Desain sensitif menghasilkan pengembangan yang meminimalkan akibat-akibatnya pada lingkungan dan biaya proyek, serta menambah nilai pada suatu tapak.
  • Perencanaan Perkotaan/Kota berhubungan dengan perencanaan dan perancangan kota-kota.  Perencana-perencana kota menggunakan teknik-teknik zonasi dan regulasi, master plan, rencana-rencana konseptual, studi tata guna lahan serta metode lain untuk mengatur tampilan dan organisasi area-area perkotaan.  Bidang ini termasuk juga desain perkotaan, dimana pengembangan biasanya terbuka, ruang-ruang publik termasuk plaza-plaza dan lanskap jalan.
  • Perencanaan Lanskap Regional merupakan bagian penting sebagai area praktek utama  bagi banyak arsitek-arsitek lanskap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan pada tigapuluh tahun terakhir.  Perencanaan lanskap regional menggabungkan arsitektur lanskap dengan perencanaan lingkungan.  Pada bidang ini, arsitek lanskap harus mengenal betul dengan spektrum perencanaan dan pengelolaan tanah dan air, termasuk survey sumberdaya alam, persiapan akibat-akibat lingkungan, analisis visual, reklamasi lanskap dan manajemen zona diantaranya kawasan pantai.
  • Perencanaan Taman dan Area Rekreasi, termasuk membuat dan meredesain taman-taman dan area-area rekreasi dalam kota, daerah pinggiran maupun daerah pedesaan.  Arsitek lanskap juga mengembangkan rencana untuk area alami sebagai bagian dari Taman Nasional, hutan, dan sistem kehidupan hewan liar.  Perencanaan Taman rekreasi perkotaan biasanya dititik beratkan pada manusia sebagai pusat perencanaan.
  • Perencanaan Pengembangan Lahan, akan dapat dilakukan pada skala yang besar, banyak area lahan yang belum dikembangkan dan tapak skala terkecil di perkotaan, pedesaan, dan area bersejarah.  Hal ini merupakan jembatan antara perencanaan kebijakan dan proyek-proyek pengembangan individual.  Arsitek lanskap bekerja dalam area yang dibutuhkan yang dikenal ekonomik real estat dan proses regulasi pengembangan, sebaik pengertian isi fisik pengembangan dan pekerjaan dengan lahan.  Tantangannya adalah menggabungkan faktor-faktor ekonomi dengan desain yang baik dan membuat lingkungan yang berkualitas.  Berdasarkan keahlian ini, arsitek lanskap sering dipilih untuk memimpin tim desain dari disiplin yang berbeda.
  • Studi Desain dan Perencanaan Ekologikal merupakan interaksi antara masyarakat dan lingkungan alami.  Bidang ini menitik beratkan  dengan interpretasi, analisis, dan perumusan desain kebijakan-kebijakan, petunjuk, dan rencana untuk meningkatkan kualitas lingkungan.  Arsitek Lanskap dan Perencana Ian McHarg, merupakan orang yang termasuk didalamnya, tetapi tidak terbatas pada ini, evaluasi-evaluasi analitikal lahan dan titik berat pada kestabilan tapak untuk pengembangan.  Hal ini membutuhkan pengetahuan khusus tentang hukum-hukum lingkungan termasuk aksi pembersihan air, aksi minum air yang aman, regulasi lahan basah, dan sebagainya.  Spesialisasi ini juga merencanakan dan mendesain jalan bebas hambatan.
  • Perlindungan dan Reklamasi Sejarah pada suatu tapak seperti taman-taman, tanah, permukaan air, dan lahan basah termasuk meningkatkan jumlah arsitek lanskap seperti pertumbuhan populasi untuk menambah pengembangan.  Bidang ini mungkin termasuk perlindungan atau pemeliharaan tapak dalam kondisi yang relatif tetap, konservasi tapak sebagai bagian area luas bernilai sejarah penting, restorasi tapak untuk memberi kualitas, dan renovasi tapak untuk mengembalikan seperti penggunaan yang baru.  Arsitek lanskap sering berpartisipasi dalam penelitian melalui  tindakan yang aktual.
  • Sosial dan Aspek Perilaku merupakan fokus desain lanskap pada desain dimensi manusia, seperti desain untuk kebutuhan khusus yang mendesak atau yang tidak mungkin.  Bidang ini membutuhkan pelatihan lanjut dalam ilmu-ilmu sosial termasuk psikologi tingkah laku, sosiologi, antropologi dan ekonomi.  Area studi termasuk evaluasi desain pada lingkungan asli, persepsi lingkungan dan akibat lingkungan bagi manusia.

Kurikulum sebagai Jembatan Masa Depan

Untuk meningkatkan kualitas arsitek lanskap di masa mendatang telah disadari bahwa kurikulum pendidikan arsitektur lanskap menjadi inti pengembangan kemampuan mahasiswa arsitektur lanskap secara menyeluruh.   Sebelum membicarakan kurikulum lebih detail, saya mencoba mengingat satu surat yang ditujukan kepada Bapak Zain Rachman sebagai seorang professional arsitektur lanskap

Mr. Zain Rachman

P.T.  Exotica

Jl. Salemba Raya 1/3

Jakarta Pusat

Indonesia

Re:  The Regent of Jakarta (SOM 751)

Dear Mr Rachman:

We are preparing a proposal to provide landscape architectural services for a 400 room luxury garden hotel in Jakarta.  The six and one half acre site will include extensive landscaping, an enclosed courtyard, swimming pool deck, tennis court and planting “on structure”.

We will be working with Skidmore, Owing and Merrill, Architects, San Francisco, California.  The local architect is PT. Parama Consultant.  We have been in contact with Suwarno Soepeno who has provided us with your name.

As part of our proposal, the project team will include a local landscape architect who will associate with SWA in all phases of the design/construction process.

The preferred professional should have the following qualifications:

1      An established local reputation as an experiences Landscape Architect in Jakarta

2      Knowledge of local plant availability and methods of application.

3      Knowledge of local landscape construction techniques

4      Knowledge of irrigation techniques

5      Assist in coordinating agricultural soils testing on the site.

6      Familiarity with local landscape grading and drainage techniques

7      Experience with the horticultural suitability of local plants for use in an ornamental condition

8      Experience with local codes and plan check process as it would affect the landscape design

9      Assist SWA in the construction supervision of the landscape elements of the project.

10    Provide, if necessary, on going coordination of the landscape aspect of the project, with the members of the design team or contractors who are located in Jakarta

In order for you to understand the design process envisoned for the project we have enclosed our scope of work for your information.

Should you be interested in working on the project with us please contact us as soon as possible as we will need a fee proposal from you soon.  We look forward to hearing from you.

Sincerely,

THE SWA GROUP

Rob Elliott

Berdasarkan surat diatas dapat digambarkan kemampuan dasar yang ideal bagi seorang arsitek lanskap lulusan pendidikan arsitektur lanskap di Indonesia diantaranya

Arsitek Lanskap harus memiliki :

  1. Dasar pengetahuan dan praktek kuat guna pemahaman tanaman (terutama tanaman local) beserta teknik-teknik konstruksinya-penanaman (termasuk bagian penunjang seperti system irigasi dan draenase) maupun pengelolaannya
  2. Dasar pengetahuan umum dalam bidang Geologi, Tanah, Klimatologi, Ekologi, Sosiobudaya, Sejarah dan Ekonomi.
  3. Pengetahuan umum tentang Arsitektur Bangunan, Teknik sipil, Tata kota dan daerah, tapi bukan untuk menjadi arsitek  bangunan, ahli sipil, maupun planolog.
  4. Kesadaran biologis dan ekologis
  5. Terlatih baik dalam menggambar rencana/disain sehingga dapat menuangkan ide, gagasan dan buah pikiran dengan baik.
  6. Kemampuan memberi nasehat dan petunjuk perencanaan pembangunan prasarana dan sarana pada umumnya,
  7. Punya daya penalaran ilmiah yang tinggi, berwatak dan berjiwa social serta berkemampuan menyampaikan ide secara lisan dengan baik, serta
  8. Kemampuan dan pengetahuan akan tata laksana profesi terutama manajemen (manajemen proyek), kewirausahaan serta kode etik profesi

Bentuk-bentuk kemampuan diatas merupakan dasar pemikiran kurikulum Program DIII Agribisnis, PS Arsitektur Pertamanan Unibraw meskipun dengan beberapa modifikasi.  Tujuan utama pendidikan D III Arsitektur Pertamanan Unibraw adalah Mencetak lulusan yang ahli dan profesional dalam bidang perancangan, pelaksanaan dan pemeliharaan taman,

Berdasarkan tujuan tersebut dibuatlah kurikulum yang lebih dititik beratkan pada praktek yang bersumber pada kemampuan langsung di lapang, serta menggabungkan beberapa kekuatan arsitektur lanskap di Indonesia yaitu peningkatan pemahaman yang kuat pada konsep serta perancangan detail, sehingga kompetensi lulusan adalah sebagai Perancang, Pelaksana (kontraktor) dan Pemelihara taman.

Untuk pengembangkan/modifikasi tujuan tersebut dibuat beberapa strategi diantaranya :

  1. Mengambil tenaga pengajar dari dua institusi besar di bidang Arsitektur Lanskap yaitu IPB dan Trisakti,
  2. Modifikasi SAP dan GBBP yang ada sehingga sesuai dengan tujuan kemampuan dasar yang dipunyai.
  3. Menitikberatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa dibidang Arsitektur Lanskap dengan praktek profesi dengan klien-klien yang berminat membuat taman,
  4. Melaksanakan kegiatan yang bersifat akademik dan pelatihan,
  5. Membuka jasa layanan konsultasi dan pelaksanaan taman.
  6. Mendorong mahasiswa untuk PKL/Tugas Akhir diluar Jawa Timur dan luar negeri pada perusahaan lanskap ternama.

Beberapa pendekatan diatas sebagian besar telah dilaksanakan, dan telah memberikan beberapa hasil yang cukup memuaskan sehingga lulusan Diploma III Arsitektur Pertamanan Universitas Brawijaya dapat mampu bersaing dengan lulusan S1 Arsitektur Lanskap dari beberapa perguruan tinggi lainnya.  Beberapa institusi yang telah menggunakan lulusan D3 Pertamanan UNIBRAW adalah :

Jawa Timur:

  1. Citraland Kota Mandiri
  2. PT Royal Palem
  3. PT Bougenvillea Citra
  4. CV Stella Flora
  5. Perumahan Wisata Bukit Mas
  6. Perumahan Pakuwon Jati
  7. Pakuwon Golf and Estate
  8. Perumahan Laguna Indah
  9. Prigen Estate

10. Perumahan Delta Sari

11. PDAM Kota Malang

12. Taman Rekreasi Jatim Park & BNS

13. Klub Araya dan Golf

14. PowerGen Payton Probolinggo

(Sebagian besar pengembang & Kontraktor lanskap di Jawa Timur)

Pemerintah kota dan kabupaten:

  1. Kota Surabaya
  2. Kota Malang
  3. Kota Lamongan
  4. Manokwari (Papua)
  5. Madiun
  6. Ngawi
  7. Kediri
  8. Lumajang

Jakarta, Bandung, Sumatra

  1. Sheils Flynn Asia
  2. Konsultan Umar DeZain
  3. Chevron Riau
  4. Kota Wisata
  5. Kota Legenda Wisata
  6. Bumi Serpong Damai (BSD)
  7. Benara Nursery
  8. Kota Baru Parahyangan
  9. Batam

Bali dan Lombok :

  1. Konsultan Tropland Studio
  2. Dinas Pertamanan Mataram
  3. Hotel Bali Mandira, Kuta


[1] Makalah ini disampaikan pada Lokakarya Kurikulum Program Studi Arsitektur Pertamanan Universitas Tribuana, dalam rangka Program Hibah A1 Dirjen DIKTI, Departemen Pendidikan Nasional.  Malang 31 Agustus 2004 – 1 Setember 2004

[2] Ir. Medha Baskara, MT. Ketua Formatur Pembentukan Pengurus Daerah  IALI Malang, dan Ketua Program Studi Arsitektur Pertamanan, Program D III Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang 2003-2006

10 Responses to Profesi Arsitektur Lanskap Sebagai Suatu Kebutuhan

  1. andy

    OK…..
    NIce

  2. miss nuri

    sya jd t’tarik msuk kulh arsitektur lansekap..thx jd ngerti arsitektur lasekap itu spt apa..

  3. junida sari lubis

    salam kenal yaa pak,,saya mahasiswi arsitektur lanskap dari kampus ISTN
    semoga bapak bisa memberi lmu yang bermanfaat tentang lanskap

  4. Medha Baskara

    silahkan mbak…semoga bermanfaat

  5. landmark-kotabekasi

    Halo, monggo ikutan lomba Desain Landmark Kota Bekasi dengan total hadiah 105 Juta Rupiah. pendaftaran hingga 12 Juni 2013. cek web nya yah: http://www.landmark-kotabekasi.com. thanks.

  6. Hermon

    Makasih Pak, kalo ad informasi yg lebih baru, mohon di Update ya.. :D
    sebelumnya gak ngerti, minat arsitektur tata kota, tapi setelah tau kalo ini berurusan lebih dengan tanaman dan lingkungan, jadi tertarik,, :)

  7. DHS

    Asswrwb Mas Medha, pa kabar?
    Rupanya suka ngeblog juga ya….
    Sukses deh IALI JaTim ya…
    Salam,
    DHS

  8. amirul Iman

    sy dr arsitektur lansekap trisakti s1…
    di trisakti merupakan awal adany arsitektur lansekap di Indonesia
    salam kenal , salam sukses, mari bersama2 hijaukan indonesia , bangun indonesia lebih indah , tanpa merusak keseimbangan ekologi dan memiliki lingkungan yg memiliki nilai estetis yg sangat tinggi.

  9. fatia

    mau tanya, kenapa ya di ITB tidak ada program s1 untu arsitektur lanskap?
    terimaksih

  10. Faradisa Athalla

    Saya berniat masuk jurusan Arsitektur Lanskap.. do’a kan ya semua :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>