browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Historic Center Quito, Ekuador.

Posted by on May 16, 2010

Quito merupakan ibukota negara Ecuador dimana kawasan pusat kota lamanya sangat kaya akan gedung-gedung publik dan peribadatan bersejarah dari abad tujuhbelas, delapanbelas dan sembilanbelas.Seperti permasalahan kawasan kota lama, aktivitas yang menunjang kehidupan kota mulai menghilang di kawasan sejak masa pertumbuhan kota sekitar tahun 1960-1970an.Pemerintah menunda investasi di pusat kota lama dengan lebih mengakomodasi kebutuhan di area pertumbuhan di utara dan selatan kota.Seiring perkembangan waktu, masalah mulai muncul dengan semakin meningkatnya okupansi masyarakat dengan pendapatan rendah yang bekerja dan bertempat tinggal di pusat kota termasuk menggunakan ruang publik sebagai ruang aktivitas komersial informal dan pelayanan jasanya.Aktivitas komersial formal juga mengalami permasalahan serius dengan rendahnya okupansi perkantoran dan fungsi komersial lainnya serta hunian sehingga banyak bangunan lama yang kosong dan tidak terawat.

Pemerintah Kota Quito dengan program revitalisasi kawasan pusat kota lama yang dibiayai IADB (Inter-American Development Bank) melakukan program dan investasi yang bertujuan menghidupkan kembali kawasan yang didasarkan pada aktivitas yang berkontribusi positif bagi pelestarian bangunan dan ruang publik.Lebih detail terdapat tiga komponen program revitalisasi yaitu : 1) pembangunan fisik pada elemen yang memungkinkan terjadinya investasi swasta seperti membuat aksesibilitas kawasan lebih mudah (masuk kawasan dan gedung bersejarah), rehabilitasi ruang publik (plaza, pedestrian), dan secara umum melakukan perbaikan lingkungan termasuk melakukan relokasi PKL; 2) menciptakan perusahaan pendanaan campuran yang dimiliki pemerintah kota dan organisasi non-pemerintah yang melakukan kerjasama dengan pemilik lahan dan investor swasta; 3) program pengembangan sosial yang didesain untuk membantu kelompok sosial kurang mampu akibat gentrifikasi seperti penyediaan perumahan murah dan penciptaan aktivitas bisnis tradisional di kota lama seperti kerajinan.

Setelah program dijalankan, kehidupan mulai muncul kembali dengan datang dan berkumpulnya banyak masyarakat di kawasan kota lama terutama turis mancanegara.Even dan atraksi budaya menjadi daya tarik kawasan pusat kota selain monumen berupa gereja, plaza dan kawasan komersial.Hal ini mengakibatkan mulai meningkatnya okupansi ruang perkantoran, berdirinya hotel baru serta mulai bermunculan ruang komersial baru setelah beberapa tahun mengalami kemunduran.Sebagian besar merupakan adaptive reuse bangunan bersejarah yang dilakukan oleh pihak swasta yang merupakan efek katalis dari perbaikan ruang publik ‘independence plaza’ dan pedestrian oleh pemerintah (Rojas dan Castro, 1999).

Kembali Ke Preseden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>